Kisah Mengharukan di Balik Foto Dua Pramugari Korban Bom Brussels

Kisah Mengharukan di Balik Foto Dua Pramugari Korban Bom Brussels

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 24 Mar 2016 11:46 WIB
Kisah Mengharukan di Balik Foto Dua Pramugari Korban Bom Brussels
Ketevan Kardava (facebook)
Brussels - Keluarga Nidhi Chephaker (40) di India bisa bernafas lega. Lewat foto yang diunggah fotografer Ketevan Kardava di Facebook, mereka akhirnya bisa memastikan bahwa Nidhi lolos dari maut saat tragedi bom Brussels, walau mengalami luka-luka.

Sosok Nidhi dan rekannya Amit Motwani yang terekam dalam foto langsung beredar luas di internet. Saat itu, keduanya terluka. Nidhi mengenakan jaket kuning. Darah terlihat mengucur dari rambutnya. Sementara Amit yang juga terluka, sibuk menelepon.

Kardava langsung memposting foto tersebut di akun Facebook-nya. Dari situlah, keluarga Nidhi mengetahui bahwa ibu dua anak itu selamat. Walau mengalami beberapa luka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia hidup," reaksi keluarga Nidhi saat melihat foto tersebut seperti dikutip dari USA Today. Artikel tersebut diposting ulang oleh Ketevan di akun Facebook-nya.


Berita dan foto yang diposting Kardava di facebook-nya


Keluarga Nidhi, termasuk dua anaknya, saat ini sedang berusaha menuju Brussels, namun bandara masih ditutup. Dikutip dari AFP, keluarga belum bisa bicara dengan pramugari tersebut.

"Kami belum bisa bicara langsung dengannya. Yang kami tahu dia dalam kondisi stabil," kata kakak ipar Nidhi kepada AFP, Kamis (24/3/2016).

Indian Jet Airways memastikan kondisi Nidhi dan Amit mulai membaik. Tak lama lagi, mereka bisa segera pulang.

Selain membantu keluarga Nidhi, ternyata foto tersebut juga menuai kritik. Banyak yang menyayangkan foto disebar tanpa menghormati privasi Nidhi yang bagian tubuhnya terekspose akibat ledakan.

Soal pengambilan foto tersebut, Kardava sebelumnya sudah bercerita. Koresponden untuk Georgian Public Broadcaster di Brussels itu saat kejadian hendak berangkat menuju ke Jenewa untuk tugas liputan. Sesaat setelah bom meledak, naluri Kardava menuntunnya untuk mengambil kamera. Dia pun mengabadikan berbagai hal di sekitarnya.

"Aku sangat kaget. (Dan mengeluarkan kamera) Adalah instingku," ucap Kardava seperti dilansir USAToday, Rabu (23/3/2016).

"Di saat seperti itu, aku menyadari bahwa untuk menunjukkan pada dunia tentang apa yang terjadi pada momen teror itu, sebuah foto lebih penting," tegas Kardava menjawab pertanyaannya sendiri. (mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads