"Salah satu penyerang Brussels pernah ditahan di Gaziantep (di selatan Turki dekat perbatasan Suriah) dan kemudian dideportasi," kata Presiden Turki Tayyip Erdogan dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP, Kamis (24/3/2016).
Pelaku bom Brussels yang pernah ditahan itu ialah Ibrahim El Bakraoui. Dia ditahan pada Juni 2015 dan kemudian dideportasi ke Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belgia mengabaikan peringatan kami bahwa orang ini adalah pejuang asing," ujar Erdogan.
Ibrahim El Bakraoui meledakkan dirinya bersama sang adik, Khalid El Bakraoui. Keduanya terekam kamera keamanan bandara berjalan sambil mendorong troli bersama satu pria lainnya, yang diidentifikasi sebagai Najim Laachraoui (25).
Kakak-beradik itu sama-sama memiliki catatan kriminal sebelumnya. Namun kepolisian Belgia tidak mengkaitkan mereka dengan kelompok militan hingga baru-baru ini. (imk/ear)










































