Khalid El Bakraoui (27) dan Brahim El Bakraoui (30) diidentifikasi media-media Belgia sebagai pelaku bom bunuh diri di bandara Brussels, pada Selasa (22/3) pagi waktu setempat. Keduanya terekam kamera keamanan bandara berjalan sambil mendorong troli bersama satu pria lainnya, yang diidentifikasi sebagai Najim Laachraoui (25).
Dilaporkan televisi lokal Belgia, RTBF, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/3/2016), kakak-beradik itu sama-sama memiliki catatan kriminal sebelumnya. Namun kepolisian Belgia tidak mengkaitkan mereka dengan kelompok militan hingga baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Khalid pernah diadili terkait kasus perampokan mobil tahun 2011 dan divonis 5 tahun penjara. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengapa keduanya ini bisa bebas berkeliaran, padahal masa hukuman mereka belum habis. Tidak diketahui pasti apakah mereka bebas lebih awal dari penjara.
Baca juga: Pelaku Bom Brussels Kakak-Beradik Khalid dan Ibrahim El Bakraoui
Belum ada keterangan resmi dari otoritas Belgia mengenai identitas para pelaku bom Brussels. Jaksa federal Belgia hanya menyatakan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.
Dalam pernyataannya, militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan yang mengguncang Brussels, baik di bandara Zaventem maupun stasiun metro Maelbeek. Mereka menyebut tentara ISIS mengenakan rompi peledak dan membawa bom serta senapan.
Tidak diketahui pasti apakah ketika pria yang terekam kamera keamanan bandara itu mengenakan rompi peledak. Dalam foto yang dirilis ke media, terlihat ketiga pria itu mendorong troli yang berisi tas berukuran besar. Keterangan sejumlah saksi mata menyebut banyak korban tewas dan korban luka yang mengalami cedera parah di bagian kaki, yang mengindikasikan bom mungkin diletakkan di lantai saat diledakkan.
Kakak-beradik El Bakraoui yang sama-sama mengenakan pakaian warna gelap, terlihat kompak mengenakan sarung tangan namun hanya di tangan sebelah kiri saja. Sedangkan Laachraoui yang mengenakan pakaian warna terang dan topi, tidak terlihat mengenakan sarung tangan. Pakar keamanan menduga sarung tangan itu digunakan untuk menyembunyikan detonator bom yang dibawa pelaku.
Baca juga: Pemimpin Dunia Kecam Rentetan Ledakan Bom di Brussels
(nvc/mad)











































