Dilaporkan surat kabar Belgia, DH, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/3/2016), pria bertopi itu diketahui bernama Najim Laachraoui yang berusia 25 tahun. Laachroui sendiri telah menjadi buronan polisi sejak Senin (21/3) atau sehari sebelum ledakan mengguncang Brussels pada Selasa (22/3).
Suasana di dalam bandara Brussels usai ledakan (REUTERS/Jef Versele/Handout via Reuters) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdeslam yang merupakan buronan paling dicari terkait teror Paris, telah ditangkap polisi di Brussels pada Jumat, 18 Maret lalu. Otoritas Belgia meyakini Laachraoui terkait langsung dengan Abdeslam, sehingga mereka memburunya.
Baca juga: 2 Teroris Masuk ke Terminal Bawa Bom, Bandara Brussels Kecolongan Besar
Dalam rekaman kamera keamanan bandara Brussels pada Selasa (22/3), Laachraoui terlihat mengenakan jaket warna terang dengan topi warna gelap. Dia tampak mendorong troli yang membawa tas hitam berukuran besar.
Laachraoui terlihat berjalan bersisian dengan dua pria lainnya, yang disebut otoritas Belgia, sebagai pelaku bom bunuh diri yang memporak-porandakan terminal keberangkatan bandara Brussels pada Selasa (22/3) pagi waktu setempat. Laachraoui melarikan diri dari bandara setelah meninggalkan sebuah bom, yang ternyata tidak meledak. Bom itu akhirnya dijinakkan oleh kepolisian setempat.
Ketiga tersangka ledakan bom di bandara Brussels, Najim Laachraoui paling kanan (Belgian Police) |
Secara terpisah dilaporkan The New York Times, Laachraoui yang seorang warga negara Belgia ini, pernah pergi ke Suriah pada Februari 2013 lalu. Laachraoui yang menggunakan nama samaran Soufiane Kayal ini, diyakini sebagai salah satu dari dua pria yang menggunakan kartu identitas palsu, saat menemani Abdeslam pada 9 September 2015 lalu, melewati pemeriksaan perbatasan antara Hungaria dan Austria.
Sementara itu, sumber kepolisian Belgia seperti diberitakan stasiun televisi lokal, RTBF, menyebut identitas kedua pengebom bunuh diri di bandara Brussels sebagai kakak-beradik Khalid dan Ibrahim El Bakraoui. Disebutkan sumber tersebut, Khalid pekan lalu menyewa sebuah unit apartemen di Brussels dengan menggunakan nama palsu. Di apartemen itulah polisi menemukan sidik jari Abdeslam setelah penggerebekan.
Baca juga: Pelaku Bom Brussels Kakak-Beradik Khalid dan Ibrahim El Bakraoui
(nvc/ita)












































Suasana di dalam bandara Brussels usai ledakan (REUTERS/Jef Versele/Handout via Reuters)
Ketiga tersangka ledakan bom di bandara Brussels, Najim Laachraoui paling kanan (Belgian Police)