Pemimpin Dunia Kecam Rentetan Ledakan Bom di Brussels

Teror Bom di Brussels

Pemimpin Dunia Kecam Rentetan Ledakan Bom di Brussels

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 23 Mar 2016 15:54 WIB
Pemimpin Dunia Kecam Rentetan Ledakan Bom di Brussels
Foto: REUTERS/Vincent Kessler
Brussels, - Para pemimpin dunia mengecam serangkaian ledakan bom yang mengguncang Brussels, Belgia. Mereka menyerukan untuk bersama-sama memerangi terorisme.

Uni Eropa bertekad akan membela demokrasi dan memerangi terorisme dengan semua cara yang diperlukan. Uni Eropa menyatakan, serangan di Brussels merupakan "serangan pada masyarakat demokrasi terbuka kita".

"Serangan terbaru ini hanya memperkuat tekad kita untuk membela nilai-nilai Eropa. Kita akan bersatu dan kukuh dalam perang melawan kebencian, ekstremisme keji dan terorisme," demikian statemen para pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Prancis, bendera setengah tiang dikibarkan sebagai solidaritas dengan Belgia.

"Seluruh Eropa telah terkena (serangan)," tegas Presiden Prancis Francois Hollande seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/3/2016). Hollande pun menyerukan Eropa untuk mengambil langkah-langkah penting dalam menghadapi seriusnya ancaman teroris.

Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengecam serangan bom di Brussels yang menewaskan 35 orang dan melukai lebih dari 200 orang. "Horor tersebut tak terbatas sama seperti tak terbatasnya tekad untuk mengalahkan terorisme," tegas Merkel.

Adapun Perdana Menteri Inggris David Cameron bertekad akan terus memerangi terorisme. "Kita tak akan pernah membiarkan para teroris ini menang," katanya.

Kecaman juga disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang negaranya juga dilanda serangan-serangan bom baru-baru ini.

"Para teroris yang menargetkan Brussels sekali lagi menunjukkan, bahwa mereka tidak menghargai nilai apapun, juga batasan moral dan kemanusiaan," tutur Erdogan dalam sebuah statemen.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengecam serangan di Brussel yang disebutnya sebagai "kejahatan barbar".

"Memerangi kejahatan ini memerlukan kerja sama internasional paling aktif," tutur Putin.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads