"Kelompok-kelompok teroris terus merencanakan serangan-serangan dalam waktu dekat di Eropa, menargetkan event-event olahraga, tempat-tempat wisata, restoran-restoran dan transportasi," demikian statemen Deplu AS seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (23/3/2016).
Deplu AS mengingatkan warga Amerika di Eropa untuk waspada di tempat-tempat publik atau saat menggunakan transportasi massal. Warga AS juga diingatkan untuk menghindari tempat-tempat ramai dan ekstra berhati-hati saat liburan keagamaan dan saat berada di festival atau event-event besar.
Sedikitnya 35 orang tewas dalam rentetan ledakan di bandara dan stasiun kereta metro di Brussels pada Selasa (22/3) waktu setempat. Lebih dari 200 orang lainnya luka-luka dalam serangan teror yang diklaim oleh kelompok radikal ISIS tersebut.
Ledakan di Brussels ini terjadi selang beberapa hari setelah penangkapan Salah Abdeslam, tersangka serangan teror di Paris, Prancis yang menewaskan 130 orang. Tersangka yang diburu sejak November tahun 2015 itu, berhasil ditangkap di Brussels. Sejak saat itu, otoritas Belgia dalam kondisi waspada tinggi terhadap aksi balasan.
Kepolisian Belgia saat ini masih memburu satu tersangka terkait ledakan kembar di bandara Brussels. Tersangka yang diyakini terkait kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ini kabur setelah ledakan terjadi. Pria tersebut termasuk di antara tiga pria yang oleh otoritas Belgia, diyakini sebagai pelaku ledakan bom di bandara Brussels. Foto ketiga pelaku itu telah dirilis ke publik. (ita/ita)











































