Dalam pernyataan pihak gereja Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, seperti dilansir AFP, Rabu (23/3/2016), Wells (19) merupakan salah satu dari sejumlah warga AS yang luka-luka akibat ledakan kembar di terminal keberangkatan bandara Brussels, Selasa (22/3) waktu setempat. Wells yang seorang misionaris Mormon asal Ohio, AS ini tengah menemani seorang koleganya yang warga negara Prancis.
Saat kejadian, Wells bersama dua misionaris AS lainnya, Richard Norby (66) dan Joseph Empey (20) menemani kolega asal Prancis yang hendak terbang ke AS. Warga Prancis itu juga ikut terkena ledakan dan mengalami luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 2 Teroris Masuk ke Terminal Bawa Bom, Bandara Brussels Kecolongan Besar
Dilaporkan media AS lainnya, NBC News, yang mengutip keterangan dari keluarga Wells, pemuda itu juga tengah berada di Paris, Prancis pada November tahun lalu, ketika serangkaian ledakan mengguncang Paris. Namun Wells tidak menjadi korban langsung dari serangan teror itu.
Surat kabar lokal Utah, Deseret News, yang mengutip keterangan kerabat keluarga Wells, Lloyd Coleman, menuturkan ledakan di bandara Brussels membuat Wells dan koleganya luka cukup parah. Wells dan Empey disebut mengalami luka bakar dan luka lainnya.
"Wells menderita luka bakar di tangan dan kakinya dan beberapa luka di wajahnya. Sebagian besar luka-luka di sekitar kaki dan tumit. Salah satu tumitnya cedera parah dan dokter berusaha menyembuhkannya, tapi pihak keluarga tidak tahu seberapa buruk luka-lukanya," terang Coleman.
Secara terpisah, Angkatan Udara AS menyebut salah satu personel mereka dan beberapa kerabatnya luka-luka akibat ledakan di Brussels, yang sejauh ini merenggut 35 nyawa. Namun untuk alasan privasi, kondisi maupun luka-luka tentara AS itu tidak dirilis ke publik.
Baca juga: 3 WNI Jadi Korban Ledakan di Brussels, ini Kontak KBRI yang Bisa Dihubungi
(nvc/ita)











































