John Miller, wakil kepala kepolisian New York untuk intelijen dan kontraterorisme menyampaikan hal tersebut, seiring pemerintah AS dan otoritas kota-kota meningkatkan pengamanan di bandara-bandara besar AS.
"Karena ada warga Amerika di antara para korban dalam serangan di Belgia, maka akan ada penyelidikan FBI yang tergabung dalam Satuan Tugas Gabungan Terorisme Kota New York," kata Miller kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, para detektif New York dan agen-agen FBI dari satuan tugas tersebut telah terlibat dalam berbagai penyelidikan terorisme internasional. Ini termasuk, pengeboman Kedutaan AS di Afrika Timur pada tahun 1998 dan serangan terhadap kapal militer USS Cole pada tahun 2000.
Sedikitnya 35 orang tewas dalam rentetan ledakan di bandara dan stasiun kereta metro di Brussels pada Selasa (22/3) waktu setempat. Ratusan orang lainnya luka-luka dalam serangan teror yang diklaim oleh kelompok radikal ISIS tersebut.
Ledakan di Brussels ini terjadi selang beberapa hari setelah penangkapan Salah Abdeslam, tersangka serangan teror di Paris, Prancis yang menewaskan 130 orang. Tersangka yang diburu sejak November tahun 2015 itu, berhasil ditangkap di Brussels. Sejak saat itu, otoritas Belgia dalam kondisi waspada tinggi terhadap aksi balasan.
(ita/ita)











































