Diberitakan AFP, Rabu (23/3/2016), beberapa saksi mengatakan korban-korban terbaring di dalam genangan darah yang berada di lantai saat ledakan terjadi. Para calon penumpang lainnya berhamburan karena keadaan menjadi panik, serta asap yang menyelimuti bandara hingga membumbung ke atas bangunan.
"Seorang pria berteriak dalam beberapa kata menggunakan bahasa arah dan saya mendengar ledakan besar," ujar saksi mata Alphonse Lyoura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di stasisiun Maalbeek, para tenaga medis berusaha memasuki komuter lain dan wajah-wajah mereka dipenuhi darah dan raungan sirine ambulans yang terus berbunyi. Akibat serangan di Brussels, semua penerbangan dibatalkan untuk hari ini, termasuk perjalanan kereta bawah tanah, trem dan bus wisata ditutup. Eurostar membatalkan kereta yang menghubungkan Brussels dengan Paris dan London.
Jumlah korban tewas dalam insiden mematikan ini menjadi 35 orang, dengan 200 orang lainnya luka-luka. "Kita mengkhawatirkan serangan teroris dan inilah yang sekarang terjadi," ucap PM Belgia Charles Michel.
Dalam pernyataannya, PM Michel menyebut serangkaian ledakan di Brussels sebagai hari kelam bagi negara tersebut. "Ini hari tragedi, hari kelam!" ujar Michel.
(tfq/dhn)











































