Diberitakan AFP, Rabu (23/3/2016), pernyataan ISIS ini diposting lewat jalur online dan menyebut kelompok itu bagian dari 'pasukan kekhalifahan' dan melakukan serangan serangan terhadap 'tentara salib' di Belgia.
Pelaku penyeragan di Brussel, yang juga telah mencederai 200 orang, masuk ke dalam bandara dengan mengenakan rompi dan membawa bahan peledak serta senjata. Dalam postingan itu, disebutkan pelaku mengaktifkan bom yang berada di rompi saat berada di tengah para penumpang di bandara Brussels.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, PM Michel menyebut serangkaian ledakan di Brussels sebagai hari kelam bagi negara tersebut. "Ini hari tragedi, hari kelam!" ujar Michel. (tfq/dhn)











































