Diberitakan New York Times, Selasa (22/3/2016), serangan ini merupakan ancaman serius bagi komunitas Eropa. Empat hari sebelumnya, pihak keamanan menangkap Salah Abdeslam. Abdeslam diyakini menjadi satu-satunya yang selamat dari 10 orang yang terlibat langsung dalam serangan yang menewaskan 130 orang pada tragedi Paris, 13 November 2015 lalu.
Setelah serangan di Brussels, pemerintah Prancis telah memerintahkan untuk menambah 1.600 polisi untuk berpatroli perbatasan negara, termasuk di stasiun kereta api, bandara dan pelabuhan. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris David Cameron langsung mengadakan pertemuan darurat menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat terpisah, yang diberitakan oleh AFP, setelah penangkapan Abdeslam pihak Belgia telah memberikan peringatan soal rencana serangan di Brussels. Dua ledakan yang mengguncang bandara Brussels disebut bagian dari serangan bunuh diri.
Jumlah korban tewas dalam insiden mematikan ini menjadi 35 orang, dengan 200 orang lainnya luka-luka. "Kita mengkhawatirkan serangan teroris dan inilah yang sekarang terjadi," ucap PM Belgia Charles Michel.
Dalam pernyataannya, PM Michel menyebut serangkaian ledakan di Brussels sebagai hari kelam bagi negara tersebut. "Ini hari tragedi, hari kelam!" ujar Michel.
(tfq/dhn)











































