"Kita mengkhawatirkan serangan teroris dan inilah yang sekarang terjadi," ucap PM Michel kepada wartawan seperti dilansir CNN, Selasa (22/3/2015).
Dalam pernyataannya, PM Michel menyebut serangkaian ledakan di Brussels sebagai hari kelam bagi negara tersebut. "Ini hari tragedi, hari kelam!" ujar Michel seperti dilansir kantor berita AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga ledakan mengguncang dua lokasi terpisah di Brussels, yakni dua ledakan di bandara Zaventem Brussels dan satu ledakan di stasiun kereta metro Maelbeek. Jaksa federal Frederic Van Leeuw menyebut kemungkinan besar salah satu ledakan di bandara Brussels didalangi seorang pengebom bunuh diri.
Lebih lanjut, jaksa Van Leeuw menyebut masih terlalu dini untuk menghitung jumlah korban tewas. Namun televisi setempat VTR, seperti dilansir Reuters, melaporkan 20 orang tewas dan 55 orang luka-luka dalam ledakan di stasiun Maelbeek.
Sedangkan jumlah korban tewas di bandara Brussels bertambah menjadi 14 orang tewas dan 81 orang lainnya luka-luka. Banyak korban yang mengalami luka parah di bagian kaki, ini mengindikasikan kemungkinan bom diletakkan di dalam tas atau koper yang diletakkan di lantai.
Baca juga: Banyak Korban Tewas Ledakan di Bandara Brussels Luka Parah di Kaki
Otoritas Belgia meningkatkan level ancaman teror ke level empat atau level tertinggi usai ledakan. Kepolisian dan tentara Belgia dikerahkan ke jalan-jalan sebagai antisipasi serangan lainnya. Seluruh layanan transportasi darat di Brussels, seperti kereta cepat, tram dan bus dihentikan sementara.
Inggris, Jerman, Prancis dan Belanda merupakan negara-negara yang mengumumkan peningkatan keamanan usai ledakan di Brussels ini.
(nvc/mad)











































