Kepanikan dan Kekacauan Saat Brussels Diguncang Tiga Ledakan

Teror Bom di Brussels

Kepanikan dan Kekacauan Saat Brussels Diguncang Tiga Ledakan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Mar 2016 19:01 WIB
Kepanikan dan Kekacauan Saat Brussels Diguncang Tiga Ledakan
Dua ledakan guncang bandara Brussels (Reuters)
Brussels - Kepanikan dan kekacauan terjadi saat serangkaian ledakan mengguncang bandara dan stasiun kereta Maelbeek di Brussels, Belgia. Banyak korban tergeletak berlumuran darah sementara asap bekas ledakan memenuhi lokasi kejadian yang mencekam.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/3/2016), ledakan pertama terjadi di terminal keberangkatan bandara Brussels pada jam-jam sibuk di pagi hari, sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Saksi mata bahkan menyebut ledakan terjadi di dekat loket check-in maskapai American Airlines.

"Seorang pria meneriakkan beberapa kata dalam bahasa Arab dan kemudian saya mendengar suara ledakan keras," tutur petugas keamanan bandara, Alphonse Lyoura, yang tangannya masih berlumuran darah kepada AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Bom di Bandara Brussels Meledak Dekat Loket Check-in American Airlines

Menurut Lyoura, satu ledakan lainnya terjadi selang 2 menit kemudian. "Saya membantu sedikitnya 6-7 orang yang luka-luka. Kami mengevakuasi korban yang tidak bergerak. Kepanikan terjadi di mana-mana," ucapnya.

"Saya melihat beberapa orang tergeletak di lantai dalam kondisi berlumuran darah dan tidak bergerak. Sedikitnya bagian kaki 6 atau 7 orang hancur. Banyak orang kehilangan bagian tubuhnya. Satu pria kehilangan kedua kakinya dan ada seorang polisi dengan kaki terkoyak," imbuh Lyoura.

Saksi mata lainnya, Jean-Pierre Lebeau yang warga Prancis dan baru mendarat dari Jenewa, Swiss, mengaku mendengar suara ledakan dan merasakan getaran kuat di bandara. Lebeau menyebut ada banyak korban luka dan bahkan menyebut banyak genangan darah di lift.

"Pertama, kami dikumpulkan polisi, kemudian mereka memerintahkan kami dievakuasi," terangnya, sembari menyebut bau mesiu sangat kuat usai ledakan.

Reuters


"Tiba-tiba staf meminta kami untuk bergegas dan cepat pergi. Mereka terburu-buru masuk dan keluar dari terminal keberangkatan utama A. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Sungguh kebingungan total, orang-orang hanya berdiri dan bertanya-tanya apa yang terjadi," sebut wartawan Inggris, Charlotte McDonald-Gibson yang tinggal di Brussels kepada AFP.

Ledakan lain melanda stasiun metro Maelbeek selang setengah jam setelah bandara Brussels diguncang ledakan. Jurnalis AFP, Lachland Carmichael, yang ada di lokasi kejadian menceritakan bagaimana kereta bawah tanah dihentikan di tengah jalan dan para penumpang dievakuasi.

"Ada korban luka, ada korban tewas, saya tidak tahu berapa banyak," ucap Carmichael mengutip seorang polisi yang memberitahunya apa yang terjadi.

Baca juga: Tak Jauh dari KBRI, Begini Kronologi 3 Ledakan Teror di Brussels

Kebingungan sempat melanda para penumpang kereta bawah tanah di Brussels, yang harus dievakuasi segera. Jurnalis AFP lainnya, Cedric Simon, menyebut situasi di stasiun Maelbeek mencekam dengan diwarnai kepulan asap dan debu.

Simon menyebut ada sekitar 15 orang tergeletak di trotoar dengan beberapa di antaranya berlumuran darah pada wajah. Jalanan dekat stasiun dipenuhi mobil polisi dan ambulans dengan suara sirene terus meraung-raung.

Otoritas Belgia memastikan, sejauh ini 21 orang tewas dalam tiga ledakan yang melanda dua lokasi berbeda di Brussels. Ledakan di bandara Brussels merenggut 11 orang, sedangkan ledakan di stasiun Maelbeek menewaskan 10 orang. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus bertambah. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam insiden mematikan itu.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads