Kepolisian Prancis mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/3/2016), peningkatan pengamanan dilakukan di semua bandara dan stasiun kereta di Paris dan wilayah-wilayah lainnya di Prancis.
Pengerahan pasukan keamanan besar-besaran dilakukan di delapan terminal di Bandara Charles de Gaulle di Paris dan dua stasiun keretanya. Pemeriksaan pun diperketat di kereta-kereta yang tiba dari Brussels.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Prancis Francois Hollande pun menggelar rapat mendadak dengan perdana menteri dan menteri dalam negerinya untuk membahas ledakan-ledakan di Belgia ini.
Ledakan-ledakan di bandara Brussels dan stasiun kereta metro Maelbeek pada Selasa pagi waktu setempat, menewaskan setidaknya 21 orang. Ledakan ini terjadi selang beberapa hari setelah penangkapan tersangka serangan teror Paris, Salah Abdeslam, yang menewaskan 130 orang. Tersangka yang diburu sejak November tahun 2015 lalu itu, berhasil ditangkap di Brussels. Sejak saat itu, otoritas Belgia dalam kondisi waspada tinggi terhadap aksi balasan.
(ita/ita)











































