Jaksa Belgia Sebut Ledakan di Bandara Brussels Aksi Bom Bunuh Diri

Jaksa Belgia Sebut Ledakan di Bandara Brussels Aksi Bom Bunuh Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Mar 2016 17:34 WIB
Jaksa Belgia Sebut Ledakan di Bandara Brussels Aksi Bom Bunuh Diri
Dua ledakan guncang bandara Brussels (Reuters)
Brussels - Otoritas Belgia menyebut ledakan di bandara Brussels sebagai serangan bom bunuh diri. Sejauh ini, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas akibat ledakan ini.

Dilaporkan televisi lokal VTM dan RTBF seperti dilansir Reuters, Selasa (22/3/2016), seorang jaksa federal Belgia menyebut ledakan di bandara Brussels itu didalangi seorang pelaku pengeboman. Jaksa yang tidak disebut namanya itu, tidak memberikan informasi lebih lanjut soal pelaku pengeboman.

Baca juga: Usai Ledakan Brussels, Belanda Perketat Pengamanan Bandara dan Perbatasan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua ledakan yang mengguncang terminal keberangkatan bandara Brussels memicu kekacauan. Para penumpang berlarian dari dalam terminal, dengan beberapa orang berlumuran darah. Bagian langit-langit serta kaca jendela terminal kedatangan hancur akibat ledakan. Pecahan kaca berserakan di lantai.

Selain di bandara Brussels, ledakan juga melanda stasiun kereta metro Maelbeek yang terletak dekat kantor pusat Uni Eropa. Otoritas Uni Eropa menutup kantor Komisi Eropa dan melarang stafnya keluar gedung untuk sementara.

Dampak dari ledakan ini, otoritas Belgia meningkatkan level ancaman teror ke level empat atau level tertinggi. Seluruh transportasi darat, mulai dari kereta api, tram hingga bus dihentikan sementara usai ledakan ini.

Baca juga: Ledakan Guncang Brussels, Layanan Kereta Cepat, Bus dan Tram Dihentikan

Kecaman bermunculan dari pemimpin negara-negara Eropa menanggapi ledakan di Brussels itu. Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven menyebutnya sebagai serangan terhadap demokrasi Eropa. Sedangkan PM Inggris David Cameron menawarkan bantuan untuk Belgia.

"Saya terkejut dan khawatir dengan peristiwa di Brussels. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk membantu," ucap PM Cameron melalui Twitter.

(nvc/ita)


Berita Terkait