Kuwait Usir 11 Warga Libanon dan 3 Warga Irak Diduga Anggota Hizbullah

Kuwait Usir 11 Warga Libanon dan 3 Warga Irak Diduga Anggota Hizbullah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Mar 2016 16:46 WIB
Kuwait Usir 11 Warga Libanon dan 3 Warga Irak Diduga Anggota Hizbullah
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kuwait City, - Otoritas Kuwait telah menahan dan mengusir 11 warga Libanon dan 3 warga Irak yang diduga anggota kelompok Hizbullah. Pengusiran ini terjadi nyaris tiga pekan setelah Kuwait bergabung dengan negara-negara Teluk Arab lainnya dalam menyatakan Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Menurut sumber keamanan seperti diberitakan surat kabar Kuwait, Al-Qabas dan dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/3/2016), ke-14 orang tersebut telah dideportasi atas permintaan badan keamanan negara.

Menurut Al-Qabas, badan keamanan negara Kuwait telah menyiapkan daftar warga Libanon dan warga Irak yang "tidak diinginkan", untuk dideportasi "demi kepentingan publik". Mereka ini termasuk para penasihat untuk perusahaan-perusahaan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pada 2 Maret lalu, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) telah mengumumkan Hizbullah, kelompok Syiah di Libanon yang bersekutu dengan Iran, sebagai kelompok teroris.

Saat pengumuman keputusan GCC tersebut, Sekjen GCC Abdullatif al-Zayani menuduh Hizbullah merekrut para pemuda untuk melakukan serangan-serangan teror di negara-negara Teluk, menyelundupkan senjata dan bahan peldak, serta menimbulkan kekacauan, kekerasan dan kerusuhan politik.

Terkait hal ini, Hizbullah menyebut keputusan tersebut "sembrono dan penuh permusuhan" dan menyalahkannya pada pemerintah Arab Saudi.

GCC yang beranggotakan enam negara yang diperintah penguasa Sunni -- Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman dan Qatar -- telah menjatuhkan sanksi-sanksi pada Hizbullah pada tahun 2013.

(ita/ita)


Berita Terkait