Menurut sumber keamanan seperti diberitakan surat kabar Kuwait, Al-Qabas dan dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/3/2016), ke-14 orang tersebut telah dideportasi atas permintaan badan keamanan negara.
Menurut Al-Qabas, badan keamanan negara Kuwait telah menyiapkan daftar warga Libanon dan warga Irak yang "tidak diinginkan", untuk dideportasi "demi kepentingan publik". Mereka ini termasuk para penasihat untuk perusahaan-perusahaan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pengumuman keputusan GCC tersebut, Sekjen GCC Abdullatif al-Zayani menuduh Hizbullah merekrut para pemuda untuk melakukan serangan-serangan teror di negara-negara Teluk, menyelundupkan senjata dan bahan peldak, serta menimbulkan kekacauan, kekerasan dan kerusuhan politik.
Terkait hal ini, Hizbullah menyebut keputusan tersebut "sembrono dan penuh permusuhan" dan menyalahkannya pada pemerintah Arab Saudi.
GCC yang beranggotakan enam negara yang diperintah penguasa Sunni -- Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman dan Qatar -- telah menjatuhkan sanksi-sanksi pada Hizbullah pada tahun 2013.
(ita/ita)











































