Pesawat tipe Boeing 737-800 ini tengah mengudara dari Dubai, Uni Emirat Arab menuju Rostov-on-Don, Rusia ketika jatuh saat akan mendarat pada Sabtu (19/3). Pesawat yang membawa 55 penumpang dan tujuh awak ini menghantam tanah di lokasi berjarak 250 meter dari landasan bandara.
Otoritas Rusia dan pihak maskapai flydubai menyatakan seluruh 62 penumpang dan awak tewas. Sebagian besar penumpang merupakan warga negara Rusia dan beberapa lainnya warga negara asing. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan tidak ada WNI di dalam pesawat nahas itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangkai pesawat ditemukan dalam kondisi pecah berkeping-keping dan puingnya tersebar hingga ke lokasi berjarak 1,5 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat. Dua bagian kotak hitam pesawat ditemukan di antara puing-puing tersebut.
Seperti dilansir CNN, Senin (21/3/2016), sejumlah pakar dari Komisi Penerbangan Antarwilayah Rusia (IAC), juga dari Uni Emirat Arab dan Prancis mulai memeriksa kotak hitam pesawat. Kotak hitam pesawat yang berwarna oranye ini terdiri atas Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR).
REUTERS/Interstate Aviation Committee/Handout via Reuters |
Salah satu bagian kotak hitam ditemukan dalam kondisi rusak cukup parah. Tim pakar kini mulai membuka kotak hitam itu untuk mengekstrak data dan mengunduh rekaman penerbangan yang ada di dalamnya.
Sedangkan operasi pencarian di lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban, telah dihentikan sejak Minggu (20/3) waktu setempat. Kini otoritas setempat fokus pada identifikasi jasad korban dan menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.
Baca juga: Pesawatnya Jatuh di Rusia, Flydubai Klaim Pilotnya Sangat Berpengalaman
Hujan deras dan angin kencang melanda kawasan sekitar bandara Rostov ketika insiden terjadi. Komisi Investigasi Rusia fokus pada tiga dugaan penyebab jatuhnya pesawat, yakni masalah teknis, cuaca buruk dan kesalahan manusia. Otoritas setempat mengesampingkan dugaan terorisme sebagai salah satu penyebab.
Sesuai hukum yang berlaku di Rusia, menurut media Rusia, Sputnik International, penyelidikan insiden ini setidaknya membutuhkan waktu 2 bulan. Pakar penyidik kecelakaan udara dari Uni Emirat Arab dan juga Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) juga ikut membantu penyelidikan.
REUTERS/Interstate Aviation Committee/Handout via Reuters |
(nvc/ita)

REUTERS/Interstate Aviation Committee/Handout via Reuters
REUTERS/Interstate Aviation Committee/Handout via Reuters