"Versi yang berbeda dari insiden itu sedang dilakukan investigasi termasuk kesalahan kru, kesalahan teknis, kondisi cuaca buruk dan faktor lainnya," kata Kepala Komite Investigasi Rusia, Vladimir Markin seperti dilansir sputniknews.com, Minggu (20/3/2016).
Menurut Komite Investigasi, awak pesawat gagal mendaratkan pesawat pada upaya pertama dan menghabiskan lebih dari dua jam terbang berputar di sekitar bandara mencoba mendapatkan kesempatan untuk mendarat. Akhirnya pesawat jatuh pada upaya mendarat yang kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat kecelakaan itu, kecepatan angin dilaporkan mencapai 22 meter per detik serta cuaca berawan dan hujan. Menurut Kepala Komite Transportasi Duma Rusia, Evgeny Moskvichev, kondisi cuaca buruk bisa menjadi alasan utama dari jatuhnya pesawat itu.
"Fakta bahwa pesawat terbang berputar di sekitar area itu selama dua jam ketika pesawat lain menuju bandara lain menunjukkan bahwa kecepatan angin sangat kuat," jelas Moskvichev.
Korporasi Aviasi Dubai dengan merek dagang sebagai FlyDubai berpendapat, kondisi cuaca bukan salah satu sebab jatuhnya pesawat.
"Jika cuaca tidak memungkinkan, maka pesawat itu tidak mungkin terbang (ke Rostov-on-Don)," kata CEO FlyDubai Geith Al Gheit.
Kesalahan Manusia
Editor in Chief dari portal media online aviasi Avia.ru, Roman Gusarov mengatakan, kesalahan manusia menjadi sebab jatuhnya pesawat itu. Meski Kapten Aristos Sokratous hampir memiliki enam ribu jam terbang, dia bisa saja membuat beberapa kesalahan serius.
Puing Pesawat Flydubai Berserakan (REUTERS/Stringer) |
Pertama, menjatuhkan pilihan buruk dengan mendaratkan pesawat ketika cuaca buruk dan kemudian membuat kesalahan ketika mengemudikan pesawat. Ahli penerbangan menyarankan bahwa awak kapten mungkin saja diminta untuk terbang menjauh dan mendarat di bandara cadangan, sama seperti latihan biasa dalam penerbangan.
(Baca juga: Berserakan, Ini Penampakan Puing-puing Flydubai yang Jatuh di Rusia)
"Jika pilot menyadari bahwa kondisi cuaca seperti tidak memungkinkannya untuk mendarat, sebuah komunikator udara di bandara selalu menawarkan alternatif tempat mendarat. Terutama saat pesawat itu sudah terbang di atas bandara selama dua jam. Dalam peristiwa ini Anda tidak mungkin menuduh personel bandara. Sebuah keputusan untuk mendarat dibuat oleh kapten," jelas Gusarov.
Kesalahan Teknis
Pihak Otoritas Rusia juga tengah menyelidiki apakah ada kemungkinan kesalahan teknis yang menyebabkan kecelakaan pesawat. Penyelidik berpendapat bahwa ada kemungkinan terjadi kesalahan mekanis yang memaksa pesawat Boeing itu berhenti dari upaya mendarat di landasan pacu selama dua jam sebelum kejadian.
Raut Kesedihan Keluarga Penumpang Flydubai (REUTERS) |
Pertanyaan lain mengapa kru pesawat mengambil waktu lama untuk dua usaha mendarat. Apakah mungkin karena mereka mencoba memperbaiki persoalan teknis?
"Di bawah arahan dari Dewan Keselamatan Transportasi AS, Boeing membentuk sebuah tim yang akan berfungsi sebagai penasihat teknis bagi komite Aviasi Rusia yang berwenang menyelidiki (kejadian ini)," ujar pernyataan tertulis perusahaan Boeing.
Ditemukannya Kotak Hitam
Investigasi jatuhnya pesawat Boeing itu diperkirakan memakan waktu dua bulan menurut juru bicara Komite Investigasi Rusia, Oksana Kovrizhnaya.
"Persyaratan dalam penyelidikan diatur oleh hukum pidana (Rusia), dua bulan. Tapi hal itu bisa diperpanjang karena durasi inspeksi," kata Kovrizhnaya.
(Baca juga: Flydubai Rilis Kewarganegaraan 55 Penumpang, ini Datanya)
Kotak Hitam dari FlyDubai Boeing 737-800 telah ditemukan dan dalam kondisi baik. Tahap utama dalam proses pencarian di lokasi kejadian telah selesai. Seluruh tubuh korban sudah dikumpulkan dan dikirim ke analis forensik.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga korban. Hari Minggu ini dinyatakan sebagai hari berkabung di seluruh Rusia. (hri/hri)












































Puing Pesawat Flydubai Berserakan (REUTERS/Stringer)
Raut Kesedihan Keluarga Penumpang Flydubai (REUTERS)