Berdasarkan informasi yang dilansir dari AFP, Jumat (18/3/2016), serangan udara dilakukan oleh pesawat tak dikenal. The Syrian Observatory for Human Rights juga mengatakan ada 5 wanita yang ikut tewas dalam serangan di Raqa.
"Jumlah korban tewas bisa meningkat karena masih ada sekitar 40 orang yang terluka dan hilang," kata pihak Observatorium.
Observatorium yang berbasis di Inggris itu biasanya mengidentifikasi pesawat dari pola penerbangan dan amunisi yang mereka digunakan. Serangan yang terjadi Jumat (18/3) itu bisa saja dilakukan oleh rezim Suriah, Rusia, ataupun koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Sementara itu Aamaq, kantor berita terkait ISIS, menyebut serangan tersebut dilakukan oleh Rusia.
Pihak militer Rusia mengatakan, hingga Jumat (16/3), pihaknya masih melakukan sekitar 2 lusin sorti per hari. Hal tersebut untuk merebut kembali kota kuni Palmyra di jantung Suriah yang kini dikuasai ISIS. (rna/imk)











































