Dilaporkan surat kabar setempat, Hurriyet dan dilansir Reuters, Jumat (18/3/2016), otoritas setempat menyatakan insiden penembakan ini tidak melibatkan kelompok militan setempat.
Dalam insiden pertama, seorang polisi setempat menembak mati polisi wanita di wilayah Dikmen, dekat markas militer dan gedung pemerintahan Turki. Otoritas setempat memastikan satu orang ditembak oleh polisi, tapi disebut insiden ini dipicu masalah tertentu dan bukan sebuah serangan yang melibatkan militan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden kedua yang tidak berkaitan dengan insiden sebelumnya, melibatkan seorang pria yang menembak mati saudara laki-laki dan saudari iparnya. Hurriyet melaporkan, pelaku penembakan menembak dirinya sendiri hingga tewas. Motif penembakan tidak diketahui pasti.
Ankara masih muram usai ledakan bom mobil yang menewaskan 37 orang pada Minggu (13/3) waktu setempat. Kelompok militan afiliasi Kurdistan Workers Party (PKK) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.
Dampak dari ledakan itu, misi diplomatik di Ankara memperingatkan para staf dan warga asing untuk menghindari transportasi publik dan area pusat keramaian. Terlebih menjelang perayaan Tahun Baru Newroz yang dirayakan warga Kurdi setempat pada 21 Maret besok.
Dalam perayaan sebelumnya selalu diwarnai bentrokan antara demonstran pro-Kurdi dengan polisi Turki.
Baca juga: Ditemukan di dalam Mobil, Bahan Peledak 150 Kg Dijinakkan di Turki
(nvc/nwk)











































