detikNews
Jumat 18 Maret 2016, 14:04 WIB

Gempur Rumah Sakit di Afghanistan, Personel Militer AS Dikenai Sanksi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Gempur Rumah Sakit di Afghanistan, Personel Militer AS Dikenai Sanksi Foto: Tomasz Stanczak/Agencja Gazeta/REUTERS
Washington, - Para personel militer Amerika Serikat yang terlibat dalam serangan udara mematikan terhadap sebuah rumah sakit di Afghanistan sudah mulai dikenai sanksi.

Gempuran ke rumah sakit yang dikelola organisasi Doctors Without Borders atau MSF di kota Kunduz tersebut, menewaskan 42 orang. Serangan udara pada Oktober 2015 tersebut dilakukan saat pasukan Afghan yang didukung NATO bertempur dengan para militan Taliban.

Militer AS melakukan penyelidikan atas serangan udara itu dan menyebut tentang adanya faktor kesalahan manusia dalam insiden tragis itu.

"Saya bisa sampaikan bahwa orang-orang yang paling terlibat dengan insiden itu telah diskorsing dari tugas-tugas mereka dan dirujuk untuk mendapat tindakan administratif," ujar juru bicara Komando Pusat AS, Kolonel Patrick Ryder seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/3/2016).

Pejabat AS lainnya mengatakan, lebih dari 10 personel militer menghadapi tindakan administratif. Disebutkannya, tindakan administratif tersebut bervariasi mulai dari "konseling negatif", atau disuruh untuk tidak melakukan sesuatu lagi, hingga surat teguran, yang umumnya akan membuat orang bersangkutan tak bisa mendapat promosi jabatan. Pemberhentian dari militer juga mungkin dilakukan.

Pekan depan, Pentagon rencananya akan mempublikasi laporan versinya soal serangan ke rumah sakit MSF tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama telah menyampaikan permintaan maaf atas serangan di Kunduz tersebut. Pentagon juga telah menyatakan akan memberikan ganti rugi kepada keluarga para korban tewas.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed