Ditahan Israel, Pria Palestina Mogok Makan 30 Hari

Ditahan Israel, Pria Palestina Mogok Makan 30 Hari

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 18 Mar 2016 11:59 WIB
Ditahan Israel, Pria Palestina Mogok Makan 30 Hari
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Tel Aviv, - Seorang pria Palestina yang mendekam di penjara Israel telah melakukan aksi mogok makan selama 30 hari. Kondisi pria muda tersebut saat ini memburuk.

Organisasi Komite Palestina untuk Urusan Tahanan mengumumkan bahwa Yazan Mahmoud Nasrallah Hanani, warga kota Beit Furik, telah mogok makan sebagai protes atas penahanan dirinya di penjara Ketziot, Israel.

Hanafi, saudara laki-laki Hanani menyatakan kekhawatiran mendalam atas kondisi pria berumur 24 tahun itu. Dikatakan Hanafi seperti dilansir media Press TV, Jumat (18/3/2016), kondisi kesehatan pria Palestina itu makin memburuk dari hari ke hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanani ditahan di sel tersendiri sejak akhir Oktober 2015 lalu. Dia ditangkap saat pasukan militer Israel menyerbu Beit Furik dan menggerebek sejumlah rumah warga Palestina di sana.

Sebelumnya pada 26 Februari lalu, jurnalis Palestina Mohammed al-Qiq yang ditahan Israel, menghentikan aksi mogoknya setelah tercapai kesepakatan dengan otoritas Israel soal pembebasannya pada 21 Mei mendatang. Jurnalis Palestina itu telah mogok makan selama 94 hari dan kondisinya pun sudah di ambang maut. Saat ini, dia masih dirawat untuk memulihkan kondisi kesehatannya setelah mogok makan sejak 25 November 2015.

Ayah dua anak itu ditahan karena dituduh terlibat dalam gerakan perlawanan Hamas. Tuduhan itu berulang kali dibantahnya. Dia mulai mogok makan setelah mengalami penyiksaan saat diinterogasi.

Saat ini dilaporkan ada lebih dari 6.500 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads