Organisasi Komite Palestina untuk Urusan Tahanan mengumumkan bahwa Yazan Mahmoud Nasrallah Hanani, warga kota Beit Furik, telah mogok makan sebagai protes atas penahanan dirinya di penjara Ketziot, Israel.
Hanafi, saudara laki-laki Hanani menyatakan kekhawatiran mendalam atas kondisi pria berumur 24 tahun itu. Dikatakan Hanafi seperti dilansir media Press TV, Jumat (18/3/2016), kondisi kesehatan pria Palestina itu makin memburuk dari hari ke hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada 26 Februari lalu, jurnalis Palestina Mohammed al-Qiq yang ditahan Israel, menghentikan aksi mogoknya setelah tercapai kesepakatan dengan otoritas Israel soal pembebasannya pada 21 Mei mendatang. Jurnalis Palestina itu telah mogok makan selama 94 hari dan kondisinya pun sudah di ambang maut. Saat ini, dia masih dirawat untuk memulihkan kondisi kesehatannya setelah mogok makan sejak 25 November 2015.
Ayah dua anak itu ditahan karena dituduh terlibat dalam gerakan perlawanan Hamas. Tuduhan itu berulang kali dibantahnya. Dia mulai mogok makan setelah mengalami penyiksaan saat diinterogasi.
Saat ini dilaporkan ada lebih dari 6.500 warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel.
(ita/ita)











































