Netanyahu menyampaikan soal menghangatnya hubungan dengan negara-negara Arab tersebut dalam pertemuan partainya, Likud. Menurutnya, ancaman kelompok radikal ISIS dan juga Iran telah mengubah lanskap politik Timur Tengah.
"Berbagai negara paham bahwa Israel bukan musuh dunia Arab," tutur Netanyahu seperti dilansir media Press TV, Rabu (16/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Februari lalu, Menteri Urusan Militer Israel Moshe Ya'alon pernah menekankan soal terbukanya saluran antara rezim Israel dan negara-negara Arab. Menteri Israel itu pun berjabat tangan di depan publik dengan pangeran Arab Saudi, Pangeran Turki bin Faisal al-Saud. Sebelumnya, Ya'alon mengatakan dirinya tak bisa berjabat tangan dengan pejabat-pejabat Arab di tempat publik dikarenakan sensitifnya realitas politik.
Menurut Ya'alon, Israel punya hubungan rahasia dengan negara-negara Arab, meskipun negara-negara itu mengklaim akan menormalisasi hubungan dengan rezim Israel, hanya setelah tercapai kesepakatan damai dengan Palestina.
"Kami punya saluran untuk berbicara dengan negara-negara tetangga Sunni Arab kami. Bukan hanya Yordania dan Mesir, negara-negara Teluk, negara-negara Afrika Utara," tutur Ya'alon.
Sebelumnya pada Januari, Netanyahu menyampaikan dalam wawancara dengan media CNN, bahwa Saudi kini memandang Israel lebih sebagai sekutu, bukan musuh. Menurut Netanyahu, hal itu terjadi seiring adanya perubahan besar dalam kebijakan Arab terhadap isu Palestina.
(ita/ita)










































