Kantor berita resmi Turki, Anadolu Agency melaporkan seperti dilansir Reuters, Rabu (16/3/2016), operasi tersebut dilancarkan di Istanbul. Dalam operasi itu, para polisi antiteror yang didukung oleh sejumlah helikopter, melakukan penggerebekan serentak di 32 titik di Istanbul.
Anadolu memberitakan, para tersangka itu dibawa ke kantor polisi utama di Istanbul setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Beberapa tersangka lainnya juga ditahan dalam operasi yang digelar di delapan provinsi lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman di Ankara pada Minggu, 13 Maret itu. Namun Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan, salah satu pelaku bom mobil tersebut adalah seorang wanita yang merupakan anggota PKK.
Serangan bom mobil di Ankara tersebut merupakan serangan bom kedua kalinya di jantung kota Ankara dalam waktu sebulan ini. Kelompok militan Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada 17 Februari tersebut. TAK menyatakan pihaknya telah memisahkan diri dari PKK. Namun menurut para pakar yang mempelajari militan-militan Kurdi, kedua kelompok itu masih terafiliasi. (ita/ita)











































