Colette Bourlier dianugerahkan penghargaan tertinggi untuk disertasi yang berhasil dipertahankannya di depan dewan penguji di Universitas Franche-Comte di Besancon, Prancis timur pada Selasa, 15 Maret waktu setempat.
Wanita Prancis tersebut butuh waktu sangat lama untuk menyelesaikan disertasinya karena dia beberapa kali mengambil cuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disertasi Bourlier adalah mengenai para pekerja imigran di Besancon pada paruh kedua abad ke-20. Dalam disertasi berjudul "Immigrant workers in Besancon in the second half of the 20th century" tersebut, wanita itu mengangkat pengalamannya sendiri sebagai guru dalam program baca tulis bagi para imigran di kota Besancon.
Nenek ini mulai tertarik untuk mengambil gelar PhD setelah dirinya pensiun pada tahun 1983. Normalnya, gelar PhD di Prancis bisa diraih dalam waktu tiga tahun, namun profesor pembimbing Bourlier, Serge Ormaux mengatakan, wanita itu "sangat tidak biasa".
"Dia mungkin satu-satunya orang yang tahu semua aspek sedetail itu dan yang bisa merangkai semuanya menjadi satu. Kajian dia didukung dengan analisa-analisa statistik," ujar Ormaux memuji disertasi Bourlier. (ita/ita)











































