Militer Turki menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (15/3/2016), serangan udara tersebut dilancarkan oleh jet-jet tempur F-16 dan F-4 di wilayah pegunungan Qandil, tempat beradanya basis-basis utama PKK.
Disampaikan militer, dua gudang senjata dan dua lokasi roket Katyusha juga hancur akibat serangan udara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat keamanan Turki mengatakan, bukti-bukti telah diperoleh bahwa salah satu pelaku bom mobil itu adalah seorang wanita anggota PKK. Dia bergabung dengan kelompok itu pada tahun 2013. Wanita itu dilahirkan tahun 1992 dan berasal dari kota Kars, Turki timur.
Serangan bom tersebut merupakan serangan bom serupa kedua kalinya di jantung kota Ankara dalam waktu sebulan ini. Sebelumnya, Kelompok Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada 17 Februari lalu. TAK menyatakan pihaknya telah memisahkan diri dari PKK. Namun menurut para pakar yang mempelajari militan-militan Kurdi, kedua kelompok itu masih terafiliasi. (ita/ita)











































