Keempat orang itu ditahan terkait dengan kendaraan yang digunakan dalam serangan bom mobil pada Minggu, 13 Maret tersebut.
Menurut kantor berita pemerintah Turki, Anadolu seperti dilansir Reuters, Selasa (15/3/2016), keempat orang itu ditangkap setelah polisi mengetahui bahwa kendaraan yang digunakan dalam serangan bom di Ankara tersebut, dibeli dari sebuah showroom mobil di kota itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Turki telah menuding kelompok terlarang Kurdi, Kurdistan Workers Party (PKK) sebagai dalang serangan bom mobil di Ankara. Pelaku pengeboman disebutkan dua orang, salah satunya seorang wanita anggota PKK.
Para pejabat keamanan Turki mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (14/3/2016), bukti-bukti telah diperoleh bahwa salah satu pelaku bom mobil itu adalah seorang wanita anggota PKK. Dia bergabung dengan kelompok itu pada tahun 2013. Wanita itu dilahirkan tahun 1992 dan berasal dari kota Kars, Turki timur.
Serangan bom tersebut merupakan serangan bom serupa kedua kalinya di jantung kota Ankara dalam waktu sebulan ini. Sebelumnya, Kelompok Kurdistan Freedom Hawks (TAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada 17 Februari lalu. TAK menyatakan pihaknya telah memisahkan diri dari PKK. Namun menurut para pakar yang mempelajari militan-militan Kurdi, kedua kelompok itu masih terafiliasi.
(ita/ita)











































