Menurut kantor berita resmi Korut, Kim memerintahkan hal tersebut setelah memonitor apa yang disebut sebagai keberhasilan uji simulasi teknologi hulu ledak, yang diperlukan untuk serangan nuklir jarak jauh ke wilayah Amerika Serikat.
Kim mengatakan, untuk meningkatkan kemampuan senjata nuklir, uji ledakan hulu ledak nuklir dan peluncuran beberapa jenis rudal balistik akan dilakukan dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan telah meningkat di wilayah semenanjung Korea sejak Korut melakukan uji nuklir keempatnya pada 6 Januari lalu. Kemudian diikuti dengan peluncuran roket jarak jauh yang banyak dianggap sebagai uji rudal balistik yang disamarkan.
Awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB merespons tindakan Korut tersebut dengan menjatuhkan sanksi-sanksi terberatnya terhadap Korut. Sanksi-sanksi tersebut menargetkan sektor perekonomian penting Korut dan berupaya menghalangi penggunaan dan akses Korut ke sistem transportasi internasional.
Namun seakan tak peduli dengan sanksi-sanksi tersebut, Korut bahkan terus melontarkan ancaman serangan nuklir terhadap AS dan Korea Selatan. Ancaman serangan nuklir ini sebagai respons kemarahan Korut atas latihan militer gabungan AS-Korsel, yang dianggap Korut sebagai latihan provokatif untuk invasi.
(ita/ita)











































