Dilansir AFP, Selasa (15/3/2016), ribuan sopir taksi meneriakan slogan-slogan seperti 'Uber out' dan 'ganyang pembajakan' dalam demo tersebut. Demo tersebut mengakibatkan lalu lintas di ibu kota Kolombia macet.
Akibat demo tersebut empat polisi terluka. "Protes ini tidak akan terjadi jika pemerintah tidak begitu permisif dan memaksa Uber untuk tidak ada di sini," kata Freddy Contreras, seorang juru bicara sopir taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kolombia adalah pasar utama dari Uber di Amerika Latin. (yds/dha)











































