Kebocoran Kimia di Bank Thailand Tewaskan 8 Orang

Kebocoran Kimia di Bank Thailand Tewaskan 8 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Mar 2016 16:14 WIB
Kebocoran Kimia di Bank Thailand Tewaskan 8 Orang
Ilustrasi (AFP Photo/Pornchai Kittiwongsakul)
Bangkok - Insiden kebocoran kimia pada sistem pemadam kebakaran melanda sebuah bank besar di Thailand. Kebocoran ini memicu kepulan zat kimia yang membuat sesak napas. Sedikitnya 8 orang tewas dan tujuh orang lainnya luka-luka.

Seperti dilansir AFP, Senin (14/3/2016), insiden ini terjadi di ruang bawah tanah Siam Commercial Bank (SCB) di Bangkok pada Minggu (13/3) malam waktu setempat. SCB merupakan salah satu institusi keuangan terbesar di Thailand.

Dituturkan pihak SCB, insiden kebocoran kimia ini disebabkan oleh kesalahan pihak kontraktor yang berupaya meningkatkan sistem pemadam kebakaran di gedung tersebut. Mereka menggunakan pemadam kebakaran yang melibatkan bahan kimia. Kesalahan fatal terjadi ketika para kontraktor salah menyalakan sistem pemadam kebakaran dan melepaskan bahan kimia yang membuat kadar oksigen di dalam gedung berkurang drastis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka melepaskan Pyrogen aerosol, yang begitu keluar, akan mengurangi kadar oksigen, yang bisa memicu luka-luka dan kematian pada manusia," demikian pernyataan pihak SCB.

Perusahaan Pyrogen memproduksi jenis pemadam kebakaran aerosol yang banyak digunakan di lokasi-lokasi yang susah untuk melakukan pemadaman api dengan air, karena dikhawatirkan akan merusak dokumen atau perlengkapan listrik. Melalui situsnya, pihak perusahaan menyatakan aerosol tidak mengurangi oksigen. Namun mereka menyarankan agar aerosol tidak digunakan di ruangan yang ada orangnya.

Pusat medis Erawan, Bangkok, menyebut lima orang tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan tiga orang lainnya meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit setempat. Sekitar tujuh orang lainnya terluka dan masih dirawat di rumah sakit.

"SCB menyampaikan simpati bagi para korban luka dan korban tewas," demikian pernyataan pihak SCB, sembari menyatakan mereka akan bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan kasus ini. Bagian gedung lainnya tidak terdampak insiden ini dan masih beroperasi normal.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini