Seperti dilansir Reuters, Senin (14/3/2016), otoritas setempat menyebut tiga orang tewas di wilayah Louisiana dan satu orang lainnya tewas di Oklahoma. Otoritas penanggulangan situasi darurat setempat melaporkan, dua nelayan dilaporkan hilang di Mississippi.
Pada Minggu (13/3) waktu setempat, Presiden Barack Obama menyatakan banjir di Louisiana sebagai bencana besar. Pernyataan ini juga berarti pencairan bantuan untuk para korban.
Kantor penanggulangan urusan darurat memperingatkan warga bahwa krisis belum berakhir. Mereka melaporkan, sekitar 5 ribu rumah warga rusak akibat bencana alam ini. Badan Prakiraan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan, ancaman tornado dan hujan badai yang disertai angin kencang menyapu wilayah AS bagian selatan, mulai dari wilayah Arkansas bagian timur hingga Louisiana bagian utara pada Minggu (13/3) malam waktu setempat.
NWS juga menyebut, sebagian wilayah Mississippi Valley terancam hujan badai hingga Senin (14/3) pagi waktu setempat dan berpotensi memicu banjir bandang. Ketinggian air sungai diperkirakan akan tetap tinggi mengingat hujan deras akan terus turun.
Garda Nasional Louisiana terus bekerja tanpa henti dalam beberapa hari terakhir. Mereka melaporkan telah menyelamatkan lebih dari 3.295 orang dan 316 hewan peliharaan warga.
Sedangkan sekitar 1.300 personel Garda Nasional dikerahkan untuk menangani banjir di sebanyak 25 distrik, termasuk mengevakuasi warga, melakukan pencarian serta penyelamatan baik dengan kendaraan, kapal dan helikopter, juga menjaga keamanan dan menyediakan pengungsian untuk warga. Sejumlah ruas jalan dan jembatan ditutup sepanjang akhir pekan. Di Mississippi, sekitar 400 rumah warga dilaporkan rusak akibat hujan badai dan banjir.
(nvc/ita)











































