AS Akan Bahas Peluncuran Rudal Iran dalam Pertemuan DK PBB

AS Akan Bahas Peluncuran Rudal Iran dalam Pertemuan DK PBB

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2016 16:33 WIB
AS Akan Bahas Peluncuran Rudal Iran dalam Pertemuan DK PBB
Foto: Tom Pennington/Getty Images
Washington, - Pemerintah Amerika Serikat akan membahas isu peluncuran rudal balistik Iran dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB. AS pun menyerukan negara-negara untuk bekerja sama dalam melemahkan program rudal Iran.

Pertemuan DK PBB tersebut akan digelar pada Senin, 14 Maret mendatang.

"Kami akan membahas peluncuran berbahaya ini langsung dalam konsultasi Dewan, yang telah kami minta digelar pada Senin," ujar Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB Samantha Power dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (12/3/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peluncuran ini menekankan perlunya untuk bekerja sama dengan mitra-mitra di seluruh dunia guna memperlambat dan melemahkan program rudal Iran," imbuh Power.

Pekan ini, militer Iran melakukan uji coba rudal balistik dua hari berturut-turut. Pada Selasa (8/2), Garda Revolusioner Iran meluncurkan beberapa rudal balistik yang diklaim sebagai uji coba untuk menunjukkan kekuatan pertahanan.

Sehari setelahnya atau pada Rabu (9/3), Garda Revolusioner Iran meluncurkan dua rudal balistik jenis Qadr dari wilayah Iran bagian utara. Iran mengklaim rudal balistik miliknya itu meluncur sejauh 1.400 kilometer dan mampu mencapai wilayah Israel.

Uji coba rudal Iran itu jelas-jelas menantang sanksi baru AS terhadap perusahaan dan individu terkait program rudal balistik Iran, yang dijatuhkan pada Januari lalu. AS memperingatkan uji coba rudal itu akan memicu reaksi keras dari Dewan Keamanan PBB.

Di sisi lain, uji coba rudal dilihat sebagai cara bagi militer Iran untuk menunjukkan bahwa kesepakatan nuklir yang tercapai pada Juli tahun lalu dan mulai diterapkan Januari tahun ini, sama sekali tidak berdampak pada rencana mereka mengembangkan rudal. Kesepakatan nuklir Iran memang tidak mengatur pembatasan pada program rudal negara tersebut. (ita/ita)


Berita Terkait