Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet menuding stasiun televisi tersebut mengudara atas nama kelompok militan Jihad Islam. Shin Bet menyatakan, pihaknya telah menutup kantor media tersebut di kota Ramallah dalam operasi gabungan dengan militer Israel.
"Saluran tersebut menjadi cara-cara utama bagi Jihad Islam untuk menghasut penduduk Tepi Barat, menyerukan serangan-serangan teror terhadap Israel dan warganya. Hasutan disiarkan di stasiun televisi serta di internet," demikian statemen Shin Bet seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (11/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kantornya di Ramallah ditutup, namun saluran televisi Palestina itu terus mengudara dari wilayah Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas.
Sebelumnya pada November 2015 lalu, otoritas Israel menutup dua stasiun radio di kota Hebron, Tepi Barat. Kedua media tersebut, Al-Hurria dan Al-Khalil dituduh memancing kekerasan.
(ita/ita)











































