Dalam pernyataan sebelumnya, seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa Abu Omar al-Shishani yang juga dikenal sebagai Omar Chechnya menjadi target serangan udara AS di dekat kota al-Shadadi, Suriah. Beberapa pejabat AS meyakini Shishani tewas dalam serangan itu.
Secara terpisah, seperti dilansir Reuters, Kamis (10/3/2016), Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdulrahman, menyatakan Shishani mengalami luka parah tapi tidak tewas dalam serangan udara AS. Abdulrahman menyebut Shishani telah dipindahkan ke markas operasi ISIS di Raqqa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Menteri Perang ISIS Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah
Disebutkan Abdulrahman, Observatory mengumpulkan banyak informasi dari seluruh pihak yang terlibat konflik Suriah. Namun laporan Observatory itu tidak bisa diverifikasi secara independen oleh Reuters.
Shishani yang lahir tahun 1986 di Georgia, ketika negara itu masih menjadi bagian Uni Soviet, dikenal sebagai penasihat militer pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Serangan udara di al-Shadadi sengaja ditargetkan terhadapnya.
Pentagon meyakini, Shishani dikirimkan ke sana untuk memperkuat pasukan ISIS yang sebelumnya kalah dari serangan pasukan koalisi Suriah Arab milisi yang didukung AS. Pasukan Suriah Arab itu berhasil merebut kota al-Shadadi dari ISIS, bulan lalu.
(nvc/ita)











































