Penembakan dan ledakan nyaris terjadi setiap hari di tiga provinsi di Thailand selatan. Lebih dari 6.500 orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak pemberontakan terhadap pemerintah Thai kembali pecah pada tahun 2004.
Kedua tentara Thai tersebut tewas di distrik Chanae, provinsi Narathiwat pada Rabu, 9 Maret sore waktu setempat, setelah sebuah bom yang diledakkan dari jauh, meledak ketika konvoi tentara tersebut melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah Thailand selatan sebenarnya sempat relatif tenang selama beberapa bulan lalu. Namun terjadi peningkatan serangan-serangan di wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelum peristiwa tewasnya kedua tentara Thai tersebut, seorang pria muslim ditemukan tewas ditembak di dalam mobilnya di distrik Sri Sakhon, Thailand selatan. Beberapa jam kemudian, dua orang lainnya terluka setelah ditembak di rumah mereka masing-masing.
Pekan lalu di wilayah yang sama, empat orang tewas ditembak dalam kurun waktu 24 jam. Korban tewas termasuk seorang penyadap karet yang tubuhnya dibakar setelah ditembak mati.
(ita/ita)











































