Insiden ini terjadi ketika Jamie Gilt dan putranya tengah berkendara dengan mobil mereka pada Selasa, 8 Maret waktu setempat. Putranya yang duduk di kursi belakang tiba-tiba melepas tembakan yang tembus ke kursi hingga mengenai punggung Gilt.
Gilt merupakan pendukung keras hak kepemilikan senjata api. Sehari sebelum insiden penembakan itu, lewat media sosial, wanita berumur 31 tahun tersebut sempat membangga-banggakan kemampuan menembak putranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gilt mengalami luka parah dan kini dalam kondisi stabil di rumah sakit. Namun karena lukanya yang begitu parah, polisi belum bisa menanyai wanita itu.
Kepolisian setempat menyatakan, Gilt bisa saja menghadapi dakwaan setelah polisi mengetahui dengan jelas bagaimana bocah tersebut mendapatkan senjata api itu.
"Dikarenakan kondisi medisnya, para detektif belum bisa mewawancarai korban dan keputusan untuk mengajukan dakwaan kriminal tak akan dibuat sebelum kami bicara dengan korban," demikian disampaikan kepolisian setempat.
(ita/ita)











































