Dilansir AFP, Rabu (9/3/2016), gajah berusia 30 tahun itu bernama Morgan. Dia dipasangi pelacak pada Desember 2015 di Kenya. Pada pertengahan Februari, Morgan tiba-tiba berjalan ke arah utara menuju Somalia.
Tiga pekan kemudian, Morgan sampai di perbatasan Somalia. Perjalanan ini menarik perhatian para ahli konservasi karena Morgan ternyata mengingat rute 'pulang' ke daerah asalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan Morgan memperlihatkan bahwa perbatasan Kenya-Somalia kini sudah tidak terlalu berbahaya. Dari Tana River di Kenya, Morgan berjalan dengan susah payah sejauh 20 km di malam pertamanya.
Dia lalu bersembunyi di hutan pada hari berikutnya sebelum melanjutkan perjalanan dalam gelap. Pola tersebut diulang selama 18 hari berikutnya.
"Morgan mengadopsi strategi bertahan hidup dengan pola ekstrim untuk berpindah dari satu daerah berbahaya ke daerah lainnya," ungkap Iain.
Hidup gajah Afrika terancam oleh kelompok kriminal yang membunuh mereka untuk gadingnya. Sedikitnya 20.000 gajah dibunuh tahun lalu. (imk/fdn)










































