Sebelumnya Korut telah mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap Korsel dan AS, jika kedua negara itu tetap melakukan latihan militer gabungan. Latihan militer berskala besar tersebut telah dimulai pada Senin, 7 Maret, dengan sekitar 17 ribu tentara AS dan lebih dari 300 ribu tentara Korsel ikut serta dalam latihan perang tahunan tersebut.
Menurut komando militer gabungan AS-Korsel, mereka telah memberitahukan Korut mengenai sifat latihan yang non-provokatif tersebut. Latihan militer yang diberi nama "Foal Eagle" dan "Key Resolve" ini akan berlangsung hingga 30 April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menanggapi ancaman-ancaman tersebut dengan serius dan kembali meminta Pyongyang menghentikan retorika provokatif, menghentikan ancaman-ancaman, dan terus terang dengan lebih kritis, agar menghentikan perilaku provokatif," tutur juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/3/2016).
Kirby menambahkan, rezim Korut harusnya berhenti menciptakan ketegangan di wilayah tersebut, dan fokus ke rakyatnya dan menciptakan perdamaian.
Ini bukan kali pertama Korut mengancam AS dan Korsel terkait latihan militer tahunan kedua negara. Pyongyang sejak lama telah menganggap latihan gabungan tersebut provokatif dan mengancam akan mengambil tindakan. Meski begitu, AS dan Korsel tetap menggelar latihan militer tersebut setiap tahun. (ita/ita)











































