AS Tanggapi Serius Ancaman Serangan Nuklir Korut

AS Tanggapi Serius Ancaman Serangan Nuklir Korut

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 08 Mar 2016 12:32 WIB
AS Tanggapi Serius Ancaman Serangan Nuklir Korut
Foto: Internet
Washington, - Pemerintah Amerika Serikat menanggapi serius ancaman serangan nuklir yang dilontarkan Korea Utara (Korut). Namun AS akan terus melanjutkan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) meski ditentang keras oleh Korut.

Sebelumnya Korut telah mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap Korsel dan AS, jika kedua negara itu tetap melakukan latihan militer gabungan. Latihan militer berskala besar tersebut telah dimulai pada Senin, 7 Maret, dengan sekitar 17 ribu tentara AS dan lebih dari 300 ribu tentara Korsel ikut serta dalam latihan perang tahunan tersebut.

Menurut komando militer gabungan AS-Korsel, mereka telah memberitahukan Korut mengenai sifat latihan yang non-provokatif tersebut. Latihan militer yang diberi nama "Foal Eagle" dan "Key Resolve" ini akan berlangsung hingga 30 April mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pyongyang menentang keras latihan tersebut dan menyebutnya sebagai "latihan perang nuklir yang disamarkan". Menurut Pyongyang, latihan gabungan itu mengancam kedaulatan nasional Korut. Pyongyang bahkan mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap AS dan Korsel sebagai respons terhadap "aksi militer sekecil apapun."

"Kami menanggapi ancaman-ancaman tersebut dengan serius dan kembali meminta Pyongyang menghentikan retorika provokatif, menghentikan ancaman-ancaman, dan terus terang dengan lebih kritis, agar menghentikan perilaku provokatif," tutur juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/3/2016).

Kirby menambahkan, rezim Korut harusnya berhenti menciptakan ketegangan di wilayah tersebut, dan fokus ke rakyatnya dan menciptakan perdamaian.

Ini bukan kali pertama Korut mengancam AS dan Korsel terkait latihan militer tahunan kedua negara. Pyongyang sejak lama telah menganggap latihan gabungan tersebut provokatif dan mengancam akan mengambil tindakan. Meski begitu, AS dan Korsel tetap menggelar latihan militer tersebut setiap tahun. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads