Militer AS selama ini memang kerap melancarkan operasi terhadap militan Al-Shabaab di Somalia. Namun serangan kali ini menimbulkan korban jiwa yang lebih besar daripada serangan-serangan AS sebelumnya.
Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Kapten Jeff Davis mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/3/2016), serangan terhadap Kamp Raso tersebut menewaskan para militan yang tengah menyelesaikan pelatihan untuk serangan berskala besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu mereka akan meninggalkan kamp tersebut dan mereka membawa ancaman kuat bagi pasukan AS dan uni Afrika," tutur Davis seraya mengatakan, sebanyak 200 militan telah menggunakan kamp tersebut.
Menurut Davis, para militan Al-Shabaab tersebut sudah hampir menyelesaikan pelatihan khusus untuk melakukan "operasi ofensif". Namun dia menolak menjelaskan lebih detail mengenai serangan yang akan dilakukan kelompok tersebut.
"Dengan pembunuhan mereka akan mengurangi kemampuan Al-Shabaab untuk memenuhi tujuan kelompok itu di Somalia, yang mencakup merekrut anggota-anggota baru, mendirikan basis-basis dan merencanakan serangan terhadap pasukan AS dan AMISOM di sana," imbuh Davis
.
Disebutkan Davis, kamp pelatihan tersebut telah dalam pengintaian AS selama beberapa waktu sebelum serangan udara dilancarkan. (ita/ita)










































