150 Militan Al-Shabaab Tewas dalam Serangan Udara AS di Somalia

150 Militan Al-Shabaab Tewas dalam Serangan Udara AS di Somalia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 08 Mar 2016 11:54 WIB
150 Militan Al-Shabaab Tewas dalam Serangan Udara AS di Somalia
Foto: Tomasz Stanczak/Agencja Gazeta/REUTERS
Mogadishu, - Serangan udara dilancarkan Amerika Serikat ke sebuah kamp pelatihan militan Al-Shabaab di Somalia. Serangan udara itu menewaskan setidaknya 150 militan yang merencanakan serangan terhadap pasukan dari AS dan sekutu-sekutu regionalnya.

Militer AS selama ini memang kerap melancarkan operasi terhadap militan Al-Shabaab di Somalia. Namun serangan kali ini menimbulkan korban jiwa yang lebih besar daripada serangan-serangan AS sebelumnya.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Kapten Jeff Davis mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (8/3/2016), serangan terhadap Kamp Raso tersebut menewaskan para militan yang tengah menyelesaikan pelatihan untuk serangan berskala besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat-pesawat tempur dan pesawat-pesawat tak berawak (drone) AS digunakan dalam serangan yang dilancarkan sekitar 195 kilometer utara ibukota Mogadishu itu.

"Kami tahu mereka akan meninggalkan kamp tersebut dan mereka membawa ancaman kuat bagi pasukan AS dan uni Afrika," tutur Davis seraya mengatakan, sebanyak 200 militan telah menggunakan kamp tersebut.

Menurut Davis, para militan Al-Shabaab tersebut sudah hampir menyelesaikan pelatihan khusus untuk melakukan "operasi ofensif". Namun dia menolak menjelaskan lebih detail mengenai serangan yang akan dilakukan kelompok tersebut.

"Dengan pembunuhan mereka akan mengurangi kemampuan Al-Shabaab untuk memenuhi tujuan kelompok itu di Somalia, yang mencakup merekrut anggota-anggota baru, mendirikan basis-basis dan merencanakan serangan terhadap pasukan AS dan AMISOM di sana," imbuh Davis
.
Disebutkan Davis, kamp pelatihan tersebut telah dalam pengintaian AS selama beberapa waktu sebelum serangan udara dilancarkan. (ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini