Gara-gara Kotoran Burung, Pembangkit Nuklir di New York Ditutup Sementara

Gara-gara Kotoran Burung, Pembangkit Nuklir di New York Ditutup Sementara

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 18:23 WIB
Gara-gara Kotoran Burung, Pembangkit Nuklir di New York Ditutup Sementara
Ilustrasi (AFP PHOTO/MARK RALSTON)
New York - Sebuah pusat pembangkit listrik tenaga nuklir di New York, Amerika Serikat terpaksa ditutup sementara. Penutupan ini disebabkan oleh kotoran burung yang memenuhi salah satu sakelar di kompleks pembangkit listrik tersebut.

Seperti dilansir CNN, Jumat (4/3/2016), insiden itu melanda pembangkit listrik tenaga nuklir, Indian Point Energy Center yang terletak di wilayah New York bagian utara. Terdapat tiga unit reaktor nuklir di kompleks tersebut.

Dalam laporan yang dirilis Entergy, operator pembangkit listrik itu, dijelaskan bahwa kotoran burung mengenai salah satu sakelar dan membuat salah satu reaktor nuklir di kompleks tersebut tidak berfungsi selama 3 hari pada Desember tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kotoran berbentuk memanjang dari sekawanan burung berukuran besar yang sering dikeluarkan burung saat bertengger," demikian bunyi laporan tersebut.

Untungnya tidak ada kebocoran radiasi akibat insiden ini. Komisi Pengaturan Nuklir AS menekankan, tidak ada risiko yang mengancam keselamatan dan kesehatan publik saat itu.

Keberadaan tumpukan kotoran burung di jaringan listrik sangat mungkin mengganggu efisiensi operasional pembangkit listrik. Dalam kasus ini, bisa memicu gangguan listrik antara kabel dengan menara transmisi.

Jika terjadi gangguan listrik, bisa saja burung yang membuang kotoran terkena sengatan listrik dan berdampak pada terputusnya jaringan listrik. Untungnya, dalam laporan Entergy tidak disebutkan adanya jasad burung di sekitar menara transmisi.

Langkah pengamanan tambahan anti-burung akan dikerahkan demi meminimalisir insiden lainnya terkait kotoran burung. "Pemantau burung akan dikerahkan di Menara Transmisi 345 kV dan 138 kV milik Entergy untuk mencegah efek insiden burung," sebut laporan tersebut.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads