Spanyol Sita 20 Ribu Seragam Militer untuk ISIS dan Jabhat al-Nusra

Spanyol Sita 20 Ribu Seragam Militer untuk ISIS dan Jabhat al-Nusra

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Mar 2016 15:39 WIB
Spanyol Sita 20 Ribu Seragam Militer untuk ISIS dan Jabhat al-Nusra
Foto: Spanish National Police/CNN
Madrid - Otoritas Spanyol menyita 20 ribu seragam militer dan suplai yang diduga akan disalurkan kepada kelompok militan di Irak dan Suriah. Penyitaan ini masih terkait penyelundupan pasokan untuk Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Jabhat al-Nusra.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol seperti dilansir CNN, Jumat (4/3/2016), seragam-seragam militer itu disita dalam operasi kepolisian untuk membongkar jaringan yang menyalurkan pasokan militer kepada organisasi teroris, seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra yang masih terkait Al-Qaeda.

Seragam-seragam itu disembunyikan di dalam beberapa kontainer pelabuhan setempat dan diklaim sebagai pakaian bekas, untuk menghindari kecurigaan, juga agar bisa lolos dari pemeriksaan bea cukai di pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian Spanyol merilis foto yang menunjukkan tumpukan seragam dengan motif kamuflase dalam bungkusan besar. Otoritas setempat menuturkan, seragam militer itu disembunyikan di antara pakaian biasa.

Dua dari tiga kontainer yang berisi seragam militer itu disita di pelabuhan Valencia dan Algeciras, dalam operasi antiteror yang digelar kepolisian Spanyol pada 7 Februari lalu. Kontainer-kontainer itu akan dikirimkan ke wilayah-wilayah Irak dan Suriah yang dikuasai ISIS dan Jabhat al-Nusra.

Sedikitnya tujuh tersangka ditangkap dalam operasi antiteror tersebut. Mereka diduga memberikan dukungan keuangan dan logistik untuk kelompok teroris.

Dituturkan kepolisian Spanyol saat itu, seperti dilansir AFP, salah satu tersangka yang ditangkap kerap mengirimkan material militer, uang, elektronik dan transmisi, serta senjata api dan bahan pembuat bom ke Irak dan Suriah melalui sebuah perusahaan yang biasanya mengimpor pakaian bekas.

Menurut polisi, barang-barang itu diselundupkan ke wilayah yang dikuasai ISIS dengan menggunakan kapal dan diklaim sebagai bantuan kemanusiaan. Bahkan polisi menyebut, pemimpin jaringan penyelundup suplai untuk kelompok teroris ini, berkomunikasi secara rutin dengan salah satu anggota ISIS di Suriah.

(nvc/ita)


Berita Terkait