Kementerian Dalam Negeri Spanyol seperti dilansir CNN, Jumat (4/3/2016), seragam-seragam militer itu disita dalam operasi kepolisian untuk membongkar jaringan yang menyalurkan pasokan militer kepada organisasi teroris, seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra yang masih terkait Al-Qaeda.
Seragam-seragam itu disembunyikan di dalam beberapa kontainer pelabuhan setempat dan diklaim sebagai pakaian bekas, untuk menghindari kecurigaan, juga agar bisa lolos dari pemeriksaan bea cukai di pelabuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua dari tiga kontainer yang berisi seragam militer itu disita di pelabuhan Valencia dan Algeciras, dalam operasi antiteror yang digelar kepolisian Spanyol pada 7 Februari lalu. Kontainer-kontainer itu akan dikirimkan ke wilayah-wilayah Irak dan Suriah yang dikuasai ISIS dan Jabhat al-Nusra.
Sedikitnya tujuh tersangka ditangkap dalam operasi antiteror tersebut. Mereka diduga memberikan dukungan keuangan dan logistik untuk kelompok teroris.
Dituturkan kepolisian Spanyol saat itu, seperti dilansir AFP, salah satu tersangka yang ditangkap kerap mengirimkan material militer, uang, elektronik dan transmisi, serta senjata api dan bahan pembuat bom ke Irak dan Suriah melalui sebuah perusahaan yang biasanya mengimpor pakaian bekas.
Menurut polisi, barang-barang itu diselundupkan ke wilayah yang dikuasai ISIS dengan menggunakan kapal dan diklaim sebagai bantuan kemanusiaan. Bahkan polisi menyebut, pemimpin jaringan penyelundup suplai untuk kelompok teroris ini, berkomunikasi secara rutin dengan salah satu anggota ISIS di Suriah.
(nvc/ita)










































