"Mitt adalah kandidat capres gagal. Dia gagal. Dia gagal dengan mengerikan. Dia gagal dengan buruk," ucap Trump saat berkampanye di Maine seperti dilansir Reuters, Jumat (4/3/2016).
Maine akan menggelar pemilihan awal Partai Republik pada Sabtu (5/3). Sejauh ini, Trump telah memenangi pemilihan awal di sebanyak 10 negara bagian, dengan 7 negara bagian di antaranya dimenangkan saat Super Tuesday, 1 Maret lalu, yang dianggap momen menentukan dalam pemilu AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romney yang terpilih menjadi capres Partai Republik dalam pemilu tahun 2012, kalah dari Barack Obama. Pekan ini, Romney muncul di depan publik dan melontarkan serangan terhadap Trump yang menjadi kandidat terdepan Republik saat ini.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi padanya," ujar Trump seperti dilansir CNN.
"Anda bisa melihat betapa loyalnya dia. Dia pernah memohon dukungan saya. Saya bisa mengatakan, 'Mitt, berlutut'. Dia pasti akan berlutut," imbuhnya.
Secara terpisah, mantan ajudan pribadi Romney Garrett Jackson membela mantan bosnya. Jackson membantah mantan Gubernur Massachusetts itu pernah memohon kepada Trump untuk didukung saat pemilu 2012 lalu.
"Saya selalu bersama Mitt setiap kali dia menemui @realDonaldTrump dan menjamin Mitt tidak pernah memohon pada Trump," tegas Jackson melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip CNN.
Sebelumnya, Romney tampil berbicara di Utah dan melontarkan serangan kasar terhadap Trump. Hal ini dilakukan setelah Trump tak terbendung dalam pemilihan awal Super Tuesday, 1 Maret, dengan memenangi tujuh dari total 12 negara bagian.
"Ini yang saya tahu. Donald Trump itu palsu, penipu," sebut Romney (68) yang juga meminta warga untuk tidak memilih Trump dalam pemilihan awal untuk menentukan capres Partai Republik. (nvc/ita)










































