Dilansir dari AFP, Selasa (1/3/2016), ulama yang diketahui bernama Sheikh Aidh al-Qarni langsung dilarikan ke rumah sakit setelah penembakan di Kota Zamboanga. Beruntung sang ulama tidak mengalami cedera yang mengakibatkan nyawanya terancam.
"Dia tidak mendapatkan cedera yang bisa mengancam kehidupannya," kata Juru Bicara Kepolisian Inspektur Helen Galvez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galvez menambahkan pria yang saat itu bersama dengan Qarni juga ikut terluka. Galvez menolak merinci kejadian tersebut.
"Penyerang telah tewas," ucap Galvez.
Menurut media Saudi, Qarni merupakan seorang sarjana Islam. Dia juga memiliki lebih dari 12 juta pengikut di Twitter.
Dalam bukunya 'Kebangkitan Islam' karya akademisi Prancis Stephane Lacroix, Qarni termasuk ulama yang paling terkenal di Saudi. Zamboanga sendiri merupakan salah satu kota terbesar di Filipina Selatan.
Kota tersebut menjadi sarang pemberontak separatis selama puluhan tahun. Zamboanga memiliki populasi muslim dan Kristen. (yds/dha)











































