Mencoba Kabur, 8 Anggota ISIS Asal Belanda Dieksekusi

Mencoba Kabur, 8 Anggota ISIS Asal Belanda Dieksekusi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 01 Mar 2016 12:41 WIB
Mencoba Kabur, 8 Anggota ISIS Asal Belanda Dieksekusi
Foto: REUTERS
Amsterdam, - Kelompok radikal ISIS telah mengeksekusi delapan anggotanya yang berasal dari Belanda. Kedelapan warga Belanda itu dihukum mati karena mencoba desersi.

"Daesh (nama lain ISIS) mengeksekusi delapan petempur asal Belanda di Maadan, provinsi Raqa, setelah menuduh mereka mencoba desersi dan berontak," ujar Abu Mohammad, seorang anggota kelompok jurnalisme warga Raqa is Being Slaughtered Silently (RBSS) via Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/3/2016).

RBSS sejak April 2014 telah mendokumentasi kejahatan-kejahatan ISIS di Raqa, kota di Suriah utara yang dijadikan ibukota ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan RBSS, ketegangan meningkat di Raqa dalam sebulan terakhir ini antara 75 anggota ISIS berkebangsaan Belanda -- di antara mereka termasuk warga Belanda keturunan Maroko -- dan anggota-anggota intelijen ISIS dari Irak. Tiga anggota ISIS asal Belanda lainnya telah ditangkap oleh para anggota intelijen ISIS asal Irak tersebut karena dituduh mencoba melarikan diri. Salah satu dari ketiganya bahkan dipukuli hingga tewas saat interogasi.

Atas masalah tersebut, para pemimpin ISIS di Raqa mengirimkan utusan untuk menyelesaikan ketegangan dengan para anggota ISIS asal Belanda tersebut. Namun utusan tersebut dibunuh oleh anggota ISIS asal Belanda.

Buntutnya, para pemimpin ISIS di Raqa memerintahkan penangkapan semua anggota ISIS warga Belanda tersebut dan memenjarakan mereka di Tabaqa dan Maadan di Suriah. Di antara mereka, delapan orang telah dieksekusi.

Menurut data yang dirilis badan intelijen Belanda, sekitar 200 orang dari Belanda telah bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Di antara mereka termasuk 50 wanita.



(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini