Seperti dilansir AFP, Selasa (1/3/2016), insiden penembakan itu terjadi di dekat kuil keagamaan setempat, yang disebut Masjid Ibrahim oleh warga muslim dan disebut Cave of the Patriarch oleh warga Yahudi, pada akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 ini.
Penembakan itu terjadi di tengah maraknya gelombang serangan yang didalangi warga Palestina dan banyak menargetkan warga Israel. Namun sebagian besar serangan itu berbentuk aksi penikaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazar Badie dituding menembakkan senapan rakitan dari rumahnya ke arah kerumunan warga sipil di dekat kuil keagamaan itu pada 6 November tahun lalu. Dua orang luka-luka akibat tembakan itu, di mana salah satunya mengalami luka cukup parah.
Sedangkan Akram Badie dituding menembaki sekelompok tentara Israel yang berjaga di dekat kuil keagamaan tersebut pada 3 Januari lalu dan melukai satu tentara. Pada hari yang sama, kedua warga Palestina itu menembaki pos keamanan militer di Hebron hingga melukai satu tentara lainnya.
Hebron yang merupakan kota terbesar di Tepi Barat, memang rawan aksi kekerasan. Ratusan warga Yahudi Israel tinggal di jantung kota Hebron dengan dikawal ketat tentara Israel.
Serangkaian aksi kekerasan di Israel dan wilayah Palestina marak sejak Oktober lalu. Sejauh ini, sedikitnya 177 warga Palestina tewas di tangan tentara Israel. Sedangkan sebanyak 28 warga Israel serta seorang warga Amerika, satu warga Sudan dan satu warga Eritrea menjadi korban serangan itu.
(nvc/ita)










































