"Ada pelanggaran terhadap gencatan senjata dari Rusia dan (Suriah) pesawat rezim," kata Menteri Luar Negeri Adel Jubeir wartawan di Riyadh, seperti dilansir AFP, Selasa (1/3/2016).
"Kami sedang mendiskusikan ini dengan (17 negara) Suriah Support Group yang diketuai oleh Rusia dan Amerika Serikat," sambungnya.
Rusia, yang telah melakukan kampanye pengeboman selama lima bulan untuk mendukung Assad, menyalahkan pemberontak moderat, Turki dan jihad atas sembilan pelanggaran gencatan senjata. Tetapi Kepala Pusat Koordinasi Moskow di Suriah, Letnan Jenderal Sergei Kurylenko memastikan bahwa rezim gencatan senjata di Suriah sedang dilaksanakan secara keseluruhan.
The Syrian Observatory for Human Rights mengatakan bahwa sejumlah serangan udara menghantam Suriah tengah dan utara pada hari Minggu. Pesawat tempur yang diyakini milik Suriah atau Rusia, meledakkan tujuh desa di provinsi Aleppo dan Hama.
Gencatan senjata yang dimediasi oleh Moskow dan Washington ini mulai berlaku pada tengah malam pada hari Jumat, tetapi oposisi yang berbasis di Riyadh serta Rusia telah melaporkan beberapa pelanggaran dari sisi yang berlawanan. Perjanjian gencatan senjata tidak termasuk wilayah yang dikuasai oleh kelompok jihad ISIS dan Al-Qaeda yang berafiliasi Al-Nusra, yang bersama-sama mengendalikan lebih dari setengah dari Suriah.
(imk/imk)











































