Berdasarkan informasi yang dihimpun dari AFP, Senin (29/2/2016), kejadian bom bunuh diri tersebut terjadi pada Minggu (28/2) waktu setempat, lokasi tepatnya di Kota Sadr.
Penyerangan bom tersebut menjadi yang terburuk dan mematikan sepanjang 2016 ini. Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Akan tetapi, masih menurut AFP, bom bunuh diri merupakan salah satu taktik serangan yang kerap dilakukan kelompok ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan yang menargetkan jamaah Syiah pada hari Kamis (25/2) lalu. Akibat ledakan tersebut sebanyak 9 orang tewas.
"Dua pembom bunuh diri mengenakan sabuk yang terdapat bahan peledak. Kemudian ia meledakan diri di depan Masjid Rasul al-Azam di Distrik Shuala," kata seorang pejabat polisi, Jumat (26/2).
Ledakan ini juga mengakibatkan 20 orang luka-luka. Ledakan yang terjadi di lingkungan dengan mayoritas Syiah ini terjadi sebelum kedatangan tokoh radikal Syiah, Moqtada al Sadr ke kota tersebut untuk melakukan demo.
Sadr telah menyerukan kepada para pendukungnya untuk menghadiri demo di ibu kota. Selain itu demo yang diinisiasi oleh Sadr juga akan dilakukan di kota-kota lain untuk menuntut diakhirinya korupsi.
(rna/Hbb)











































