Dilansir BBC, Jumat (26/2/2016), resolusi tersebut keluar untuk menanggapi uji rudal pada peluncuran nuklir baru-baru ini oleh Korea Utara. Resolusi AS ini juga didukung oleh China.
Langkah pertama dalam resolusi ini nantinya mengharuskan semua negara-negara anggota PBB memberikan semua kargo dari atau ke Korea Utara. Menurut Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power, ini merupakan sanksi yang paling kuat yang akan dijatuhkann DK kepada Korea Utara dalam waktu 20 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai negara tetangga, China juga mengecam tindakan Korea Utara tersebut. Tetapi sebelumnya, China enggan mendukung sanksi yang bisa mengancam stabilitas tetangganya itu.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua kargo dari dan ke Korea Utara akan dilakukan pemeriksaan yang wajib," kata Power setelah menyerahkan rancangan resolusi ke DK.
"Sanksi ini jika diterapkan akan mengirim pesan yang jelas dan tidak pernah pantang menyerah terhadap rezim Korea Utara. Akan ada konsekuensi di setiap tindakan anda," lanjutnya.
Awal tahun ini, Korea Utara sudah mengundang kritik internasional dengan melakukan pengujian bom nuklir keempatnya pada 6 Januari.
Korea Utara berkeras bahwa program ruang angkasanya bertujuan ilmiah, namun AS, Korea Selatan dan bahkan sekutu utama Korut, Cina, mengatakan bahwa peluncuran roket-roket tersebut bertujuan untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai Amerika Serikat. (yds/bpn)











































