"Jumlah total warga di luar negeri yang terlibat aktivitas yang mengancam, dan saya tidak berbicara soal Irak dan Suriah, mungkin sekitar 180 orang," ujar Direktur Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS), Michel Coulombe, kepada surat kabar setempat, Globe and Mail dan dilansir AFP, Kamis (25/2/2016).
"Di Irak dan Suriah, mungkin ada sekitar 100 orang," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang terlibat dilaporkan bertempur bersama militan, mengikuti pelatihan militan, memberikan pendanaan untuk mendukung serangan, mempromosikan pandangan ekstremis dan merencanakan serangan teror.
Kepala kepolisian federal Kanada, Bom Paulson, menyebut pihak kepolisian terus mengawasi orang-orang yang baru kembali ke Kanada, usai terlibat aktivitas teroris di luar negeri. Beberapa orang di antaranya, lanjut Paulson, bahkan diawasi secara ketat.
(nvc/kha)











































