Rusia Hadiahkan 10 Ribu Senapan Kalashnikov untuk Afghanistan

Rusia Hadiahkan 10 Ribu Senapan Kalashnikov untuk Afghanistan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 25 Feb 2016 10:23 WIB
Rusia Hadiahkan 10 Ribu Senapan Kalashnikov untuk Afghanistan
Duta Besar Rusia Alexander Mantyskiy (kiri) dan Penasihat Keamanan Afghanistan Hanif Atmar (kanan) (AFP Photo)
Kabul - Pemerintah Rusia memberikan 10 ribu senapan otomatis Kalashnikov sebagai hadiah untuk Afghanistan. Hadiah ini dimaksudkan untuk membantu otoritas Afghanistan memerangi terorisme di wilayahnya.

Donasi ini juga disertai jutaan amunisi untuk senapan-senapan itu. Selama ini, militer Afghanistan berjuang keras untuk menjaga keamanan negara di tengah maraknya serangan militan, terutama Taliban.

"Donasi ini menunjukkan persahabatan mendalam antara kedua negara. Donasi penting ini berasal dari sahabat penting Afghanistan di tengah masa genting yang dihadapi Afghanistan dan sekitarnya," sebut penasihat keamanan nasional Afghanistan, Hanif Atmar, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AFP Photo/Shah Marai


Penyerahan senjata ini ditandai dengan upacara penyerahan di tarmak pangkalan udara di Kabul, Afghanistan pada Rabu (24/2) waktu setempat. Dari pangkalan udara, senapan ini akan diserahkan langsung pada otoritas militer Afghanistan. Ditambahkan Atmar yang juga penasihat keamanan untuk Presiden Ashraf Ghani ini, senapan dan amunisi itu diberikan sesuai kesepakatan keamanan antara kedua negara.

"Kami terus melanjutkan upaya perdamaian, tapi di sisi lain negara kami harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri," ucap Atmar seperti dilansir AFP.

REUTERS/Mohammad Ismail


Atmar menyebut persoalan terorisme internasional di Afghanistan tidak hanya menjadi ancaman bagi negara ini, tapi juga bagi Rusia sebagai sahabat Afghanistan. Duta Besar Rusia untuk Afghanistan, Alexander Mantytskiy, menegaskan bahwa Rusia berniat untuk bekerja sama dengan Afghanistan dalam memerangi berbagai persoalan, seperti terorisme dan narkoba.

Penyerahan senapan ini terjadi seiring otoritas Rusia mulai tidak sabar dengan kegagalan kebijakan Amerika Serikat di Afghanistan. Meskipun AS telah menghabiskan dana US$ 60 miliar selama lebih dari 14 tahun untuk mempersenjatai dan melatih tentara Afghanistan, namun pasukan Afghanistan tetap kewalahan menghadapi militan Taliban yang terus melancarkan serangan.

Otoritas Afghanistan pekan ini, berupaya menggelar kembali dialog dengan para militan. Setelah pembicaraan dengan AS, China dan Pakistan, Afghanistan berharap memulai kembali proses perdamaian dengan Taliban dan militan lainnya pada awal Maret mendatang.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads